Postingan

SPIRITUAL AWAKENING - Ramalan Edgar Cayce (Cenayang Terbesar Zaman Modern) tentang Kebangkitan Spiritual Abad 21

Gambar
SPIRITUAL AWAKENING: Ramalan Edgar Cayce (Cenayang Terbesar Zaman Modern) tentang Kebangkitan Spiritual Abad 21 . Sepuluh Ramalan Besar Edgar Cayce . 1. Akan ada perubahan dramatis pada geografi bumi. 2. Kemampuan supranatural dan intuisi berkembang pesat. 3. Bentuk baru ilmu kedokteran segera muncul. 4. Sains dan spiritualitas menjadi pasangan serasi. 5. Terjadi keadilan sosial dalam skala global. 6. Kepemimpinan internasional bergerak ke Timur. 7. Penemuan-penemuan arkeologis yang menghebohkan mengubah pemahaman kita tentang sejarah. 8. Keabadian hidup diterima sebagai fakta yang tak terbantahkan. 9. Prinsip keesaan (oneness) menjadi dasar utama perikemanusiaan. 10. Isa Al-Masih turun kembali ke dunia. . Edgar Cayce banyak diakui sebagai peramal terbesar zaman modern. Kekuatan visinya setara dengan Nostradamus dan Prabu Jayabaya di tanah Jawa. Prediksi-prediksinya selalu dinanti para pelaku politik-ekonomi dunia. Ia kerap memvisikan peristiwa-peristiwa dramatis yang...

SASTRAJENDRA - ILMU KESEMPURNAAN JIWA

Gambar
“Jiwa kita berasal dari langit, tubuh kita dari bumi. Jiwa-jiwa manusia yang belum mencapai kesempurnaan, sebelum mengalami tumimbal lahir, menunggu di alam penantian. Jiwa-jiwa di sini dibungkus dengan tubuh halus. Unsur pembentuknya adalah unsur-unsur lembut yang berada di angkasa. Mereka menunggu kesempatan bisa terlahir ke bumi. Barulah ketika turun ke bumi, mereka mendapatkan wadah berupa tubuh wadak yang terbentuk dari empat unsur: air, api, tanah, dan udara.” (Resi Wisrawa) . SASTRAJENDRA: Ilmu Kesempurnaan Jiwa . Sastrajendra Hayuningrat Pangruwating Diyu sering dianggap sebagai ilmu kuno rahasia yang tak boleh diajarkan secara terbuka. Namun, penulis buku ini mengajak sebanyak mungkin orang untuk mempelajarinya atas dasar kesadaran bahwa leluhur Nusantara mampu mencapai puncak kejayaan justru ketika menguasai Sastrajendra. Diwedarkan Resi Wisrawa kepada Dewi Sukesi ribuan tahun silam, Sastrajendra adalah puncak ajaran spiritual yang mengungkap rahasia jiwa dan jagat raya...

Dialog Dengan Allah

Gambar
oleh Muhammad Syahir Alaydrus. Penerbit Lentera. Rp 75.000,-(Baru, Stok Lawas) DIALOG DENGAN ALLAH apakah kita ingin mengenal ALLAH S.W.T. melalui pendekatan suatu agama, suatu aliran suatu tarekat, ataukah ingin mengenal ALLAH langsung dari - NYA ?. - tanggalkan pakaian aliran kita, peci, pengetahuan kita, lalu simaklah percakapan ALLAH dengan ADAM, IBRAHIM,MUSA,DAUD,ISA & MUHAMMAD S.A.W. berikut para malaikat terdekat dan hamba-hamba pilihan. MUHAMMAD SYAHIR Alaydrus- penulis buku "perjumpaan dengan iblis " lentera 2007 252 hlm

MUSTIKA PENCERAH QALBU-At Tanwir Fii Isqaati at Tadbir

Gambar
MUSTIKA PENCERAH QALBU At Tanwir Fii Isqaati at Tadbir Meruntuhkan Rancang Bangun Pengaturan Diri Karya Syeikh Ibnu Atha'illah as-Sakandariy Penerjemah : Misbah el-Majid, Lc. Penerbit : Pustaka Hikmah Perdana Ukuran : 15,5x21 cm, xx + 317 hal. Cetakan Pertama, Desember 2013 ISBN : 978-979-24-7635-4 Rp 90.000,-(Baru, Original) Ajaran Islam menganjurkan setiap ummatnya untuk mendidik nafsu, mengatur jiwa dan qalbu melalui jalan olah rohani, yang demikian itu untuk mewujudkan kesucian lahir batin, sebab hanya suci lahir batinlah pengabdian seorang hamba bisa bermakna di hadapan Allah SWT. Ajaran Qur'ani dan Sunnah nabi-Nya telah menyerukan masalah ini. Karenanya, belajar tasawuf adalah sebuah kemestian bagi mereka yang ingin membersihkan Qalbu dan mensucikan jiwa. Dengan mendalami ilmu tasawuf kita bisa mempelajari kiat mendidik nafsu, mengolah diri, menjernihkan jiwa dan mendigdayakan hati guna menuju paripurna ibadah dan ubudiyah kepada All...

Tazkiyah An-Nafs - Mensucikan Jiwa

Gambar
Panduan Praktis Manajemen Qalbu dalam Perspektif Nabi SAW dan Ulama Salaf. Karya Syeikh Ahmad Farid. Alih Bahasa : Muhammad Albani Penerbit Al Hambra Rp 65.000 (Baru, stok lama) Dari An Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, أَلاَ وَإِنَّ فِى الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ . أَلاَ وَهِىَ الْقَلْبُ “Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati (jantung)” (HR. Bukhari no. 52 dan Muslim no. 1599).

HIDAYATUS SHALIKIN - Mengarungi Samudera Ma’rifat

Gambar
Karya Syekh Abdus Shomad Al Falimbani / Al Palembani Penerbit : Pustaka Hikmah Perdana Ukuran : 21 x 15 cm, 256 hlm. ISBN : 979-97209-1-5 Cetakan ke-3, Agustus 2013 . Rp 65.000, -  Mengarungi Samudera Ma’rifat Imam Al-Ghazali, adalah figur yang boleh dikata mayoritas umat Islam mengamini intelektualitasnya. Dalam hal berkarya, bahkan ada yang mensinyalir melebihi angka empat ratus judul buku, baik dalam bentuk karya utuh maupun rasail, dengan sebagian besar menjadi rujukan ummat Islam. Umumnya karya-karya beliau yang monumental adalah yang bercorak sufisme, sebagai potret labuhan pemikirannya setelah mencoba memasuki wilayah kalam, bathiniyah, theologi dan filsafat yang membentur tembok dan tidak menemukan jalan yang mampu mencerahkan bathin dan pemikirannya. Belakangan kita bisa menjumpai banyak karya-karya beliau yang sudah dialih bahasakan kedalam berbagai bahasa. Para pemikir modern pun berlomba-lomba mencoba memberikan anotasi, mensyarahi, meringkasnya, b...

Perkembangan dan Pemurnian Tasawuf - Dari Masa Nabi Muhammad SAW hingga Sufi-sufi Besar

Gambar
Prof. Dr. Hamka No. ISBN 9786020822303 Penerbit Republika Tanggal terbit Juni - 2016 Jumlah Halaman 349 Berat Buku 200 gr Soft Cover. Rp 85.000 (baru, original, stok lama) Perkembangan dan pertumbuhan Tasawuf Islam banyak diwarnai kesalahpahaman, bahkan hingga saat ini. Misalnya, ada yang menyebutkan pertumbuhan Tasawuf Islam terpengaruh oleh ajaran Kristen hingga filsafat. Pun demikian dengan beberapa ajarannya, seperti Hulul, Kasyaf, Tajalli, al-Wihdatul Munthalaqah, atau Wihdatul Wujud. Kesalahpahaman bahkan sampai pada titik pertentangan yang sengit, terutama dengan kalangan Fiqih. Sampai-sampai seorang tokoh Tasawuf harus berakhir di tiang gantung. Melalui buku ini, Buya Hamka dengan keluasan dan pemahamannya yang utuh, memberi kita cara pandang untuk melihat Tasawuf Islam seperti apa adanya.